Sunday, February 26, 2012

Sampah dan Demam Berdarah

Beberapa waktu yang lalu saya sempet menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah Kabupaten Semerang. Salah satu program unggulan yang saya dan teman-teman saya buat adalah Penyuluhan mengenai pengelolaan sampah baik itu organik maupun anorganik. Pembicara dalam penyuluhan tersebut adalah salah satu dosen di Universitas Diponegoro.

Sebelum sang dosen sharing soal sampah, beliau sempat sharing soal bagaimana sampah dan hubungannya ke kesehatan kita. Menurut saya ini adalah hal yang menarik. Karena dengan kita sadar dan berkeinginan untuk menjaga kesehatan kita maka kita akan perduli pada aspek-aspek pendukung kesehatan kita salah satunya adalah sampah.

Menurut beliau, sampah dan genangan air merupakan salah satu tempat yang paling potensial untuk berkembang biak nyamuk. Apa lagi di jaman global warming seperti sekarang ini, tumbuh kembang nyamuk menjadi semakin cepat. Misalnya di wilayah Semarang yang bersuhu panas, perkembang biakan nyamuk yang dulunya mulai dari telur hingga siap untuk menyebarkan penyakit demam berdarah membutuhkan waktu 15 hari kini dalam 8 hari saja nyamuk itu sudah bisa menyebarkan penyakit demam berdarah.

Hal lain yang perlu diwaspadai yaitu nyamuk penyebab demam berdarah mampu terbang hingga 200m dari tempat dia tumbuh (ditetaskan dari telur). Jadi kita patut berhati-hati jika dilingkungan kita ada tumpukan sampah atau tempat-tempat potensial sebagai genangan air. Kita juga harus mulai berhati-hati ketika orang disekitar kita terkena demam berdarah. 

Beliau juga menyatakan, pemberantasan demam berdarah tidak bisa dilakukan hanya satu orang saja, tetepi harus ada koordinasi dengan orang-orang sekitar kita. Karena bisa saja kita telah menjaga lingkungan kita agar tidak digunakan sebagai tempat kembang biak nyamuk demam berdarah tetapi tetangga kita tidak melakukan hal yang sama. Bisa jadi kita masih berpotensi untuk terkena demam berdarah.

Oleh karena itu, jagalah kebersihan lingkungan kita salah satunya dengan cara membuang sampah pada tempatnya.

2 comments:

  1. teknis pemberantasan yg akurat dan didukung dengan mengubah perilaku masyarakt bisa jadi act postive untuk penanggulangannya.. :)

    ReplyDelete
  2. wah di sekitar kontrakan banyak baget sampah berserakan... bikin nyamuk *plak*

    ReplyDelete