Megap-megap (baca : susah bernafas)
Itulah yang terjadi pada saya ketika harus di hadapkan pada gambaran-gambaran masa depan. Terutama apa yang saya hadapi sekarang. Saya sedang nyaman berada di sebuah jalur tapi cepat atau lambat menuntut saya untuk segera pindah. Peringatan perpindahan jalur ini semakin jelas saya baca. Sekarang saya mungkin bisa pura-pura tidak melihatnya. Tapi mau sampai kapan begitu? Sikap acuh saya tidak akan membuat keadaan tetap seperti apa yang saya inginkan. keadaan yang baik-baik saja. Saya memang dituntut untuk bertindak, mengambil sikap walau mungkin harus melintir dulu baru bisa menyesuaikan.
Tapi faktanya, saya memang terlalu nyaman di comfort zone saya dan nyali saya terlalu kecil untuk mengambil risiko.
Percayalah, Ada renca Tuhan untuk setiap peristiwa, Optimis Mbak
ReplyDelete