24 April yang lalu saya naik kereta Argo Anggrek dari Jakarta menuju Semarang.Sudah lama saya tidak naek kereta, apa lagi argo Anggrek, mungkin ini baru pertama kalinya saya naik Argo Anggrek.
Sudah sejak lama PT.KAI tidak lagi memberi makanan atau sekedar snack bagi penumpang kereta eksekutif. Alasan utama mereka karena kebanyakan penumpang mengeluhkan kualitas dan kuantitas makanan yang kurang memuaskan padahal penumpang harus membayar mahal atas harga tiket kereta yang sudah dibebani biaya untuk makan ini. Selain itu, dengan dihapuskannya jatah makan ini, PT KAI ingin agar Restoran Kereta (RESKA) mendapat keuntungan lebih dari penumpang yang memesan makanan dari RESTA.
Awalnya saya setuju dengan ide penghapusan makanan ini. Tapi kenapa sekarang RESKA kok seakan-akan menjebak ya..
Jadi ketika saya naik Argo Anggrek dari Jakarta kemarin. Kereta berangkat pukul 21.30 dari Stasiun Gambir. Suasana kereta dingin luar biasa, tidak ada selimut, bahkan jaket saya juga tidak mampu menghangatkan badan saya ini. Ternyata rasa dingin juga dirasakan penumpang disebelah saya dan beberapa penumpang lainnya. Beberapa saat kemudian 2 petugas kereta dari bagian RESKA datang membawa beberapa gelas kopi dan membagikannya kepada beberapa penumpang. Beberapa penumpang menerima kopi tersebut, ada pula yang menolak termasuk saya.
Suasana kereta masih dingin, saya mulai berusaha untuk tidur. Kali ini 3 petugas kereta dari bagian RESKA datang membawa sepiring bistik (atau sejenisnya) dan kembali membagiakan kepada penumpang kereta. Seperti halnya kopi tadi, petugas kereta sama sekali tidak menawarkan kepada penumpang, petugas hanya membagikan dan penumpang dengan senang hati menerima makanan itu (kecuali saya karena sekali lagi saya menolak).
Tak lama setelah aksi bagi-bagi bistik selesai, kali ini petugas RESKA datang membagi-bagikan minuman rasa jeruk (yang tidak dapat saya sebutkan di sini merknya :D). Lagi-lagi aksi bagi-bagi ini dilakukan tanpa penjelasan apapun. Penumpang kereta juga sekali lagi menerima minuman ini dari petugas RESKA.
Selesai urusan bagi-bagi makanan, akhirnya petugas KA datang membagikan selimut. Ini yang saya tunggu dari tadi. Tapi ternyata selimut yang dibagikan tidak seperti harapan saya, selimutnya tipis dan bau (seperti cucian yang dijemur tapi tidak sampai kering). Jadi sepertinya percuma saja selimut-selimut ini dibagikan.
Tanpa selimutpun saya akhirnya sukses tidur, tapi saya harus terbangun lagi ketika seorang petugas RESKA kembali datang menagih segelas kopi yang dibeli penumpang sebelah saya. "Mba kopinya mba, 10 ribu rupiah." Dalam keadaan mengantuk saya menjawab, "Yang beli sebelah saya mba."
Bukan hanya saya, si petugas RESKA juga membangunkan beberapa penumpang lain yang pada saat proses bagi-bagi tadi menerima kopi, sepiring bistik dan sebotol minuman rasa jeruk. Jika mengambil seluruh paket makanan tersebut, harga yang harus dibayar sekitar 70 ribu rupiah. 10 ribu rupiah untuk segelas kopi, 50 ribu untuk sepiring bistik dan 10 ribu untuk sebotol minuma.
Ini penipuan saya pikir, atau lebih tepatnya JEBAKAN!
Situasinya, si penumpang yang menerima semua makan dan minuman itu tidak diberi penjelasan dari awal apakah makan itu diberikan cuma-cuma atau memang mereka harus membayarkan sejumlah uang yang juga tidak diinformasikan sejak awal. Well mungkin saja tau tentang tagihan yang akan harus dibayar dan memang ingin makan sehingga menerima begitu saja makanan yang dibagikan. Tapi saya rasa ada yang tidak tau dan dengan polosnya masuk jebakan pihak RESKA.
Saya tidak mempermasalahkan bahwa RESKA butuh uang untuk terus beroprasi atau mereka membagi-bagikan makanan. Tapi seharusnya mereka memberi penjelasan terlebih dahulu tentang harga yang harus dibayar oleh penumpang, macam makanan yang mereka sediakan mungkin. Intinya penumpang harus mendapat informasi yang jelas.
Bagaimana situasinya kalo si penumpang tidak membawa cukup uang untuk membayar semua makanan tersebut. Hal ini mungkin terjadi lho, secara harga tiket kereta untuk Argo Anggrek ini 275 ribu kemudian mereka masih harus membayar makanan yang tidak jelas sebesar 70 ribu rupiah. Lalu apakah pihak RESKA tetap ngotot menagih semua makanan itu? Lalu apa penumpang bisa berargumen bahwa mereka tidak tau karna tidak ada informasi yang mereka terima sebelumnya?
Saya rasa pihak RESKA akan tetap menagih dan si penumpang yang tidak mau malu dan merasa bersalah karena 'sudah makan kok tidak bayar' akan tetap membayar semua makanan itu.
Pesan saya, bagi penumpang yang tidak tau bahwa semua makanan dan minuman itu harus bayar adalah jangan merasa bersalah karna ketidaktahuan anda, pihak RESKA yang menjebak anda dengan rasa bersalah sehingga mau tidak mau membayar semua itu. Ada baiknya anda menanyakan terlebih dahulu tentang makanan dan minuman yang dibagikan sebelum anda menerimanya (apa lagi memakannya).

wahhh...
ReplyDeletekomplein saja ke PT. KAI
saya juga pernah merasakan keteeerlambatan jadwal...
wah jadi nambah info nih... :) boleh follow di blog ini ga mba??
ReplyDelete@Setandan Pisang : silahkan saja kalau mau follow.. terimakasih
ReplyDeleteSiip.. aku dah follow ya mba.. berkunjung ke blogku juga ya... :)thx
ReplyDeletelhah....
ReplyDeleteaku numpak lodaya maeman diilangi tapi tiket ora mudun kok....